Inilah Penjelasan Resmi Soal Anak SD Yang Meninggal Setelah di Suntik Difteri dari Puskesmas Rawa Bantul



Kepala Puskesmas Rawa Buntu Hartono menegaskan, kematian Naswa Fahira Andrean (10) pada Puskesmas Rawa Buntu dalam Jumat (23/2) kemarin, karena penyakit asma akut yg dideritanya. Menurut dia, dari liputan pihak keluarga dan data menurut pihak Puskesmas Rawa Buntu yg menangani pasien, almarhumah dibawa pihak famili ke Puskesmas waktu petang.

Polisi selidiki kabar siswi SDN pada Tangsel tewas usai imunisasi difteri
Di Mojokerto, dewasa hingga manula jua terjangkit difteri karena belum imunisasi
Waspada wabah difteri, Kang Hasan serukan gaya hidup sehat

"Jadi berita orang tua anaknya itu misalnya biasa sekolah, mengaji hingga sore, & sepulang mengaji, almarhumah sempat makan dan mandi. Menjelang magrib almarhumah teriak kesakitan dengan wajah membiru, pupil mata membesar, dikira orang tuanya kesurupan," istilah Hartono dari warta Ayah Naswa, di Kantor Dinkes Tangsel, Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Sabtu (24/dua).

Lantaran diduga kesurupan, oleh ayahnya, Naswa dipijat jempol dan dibawa ke masjid terdekat. Hingga kemudian pada bawa ke klinik terdekat berdasarkan rumahnya.

"Karena dokter klinik tidak ada, akhirnya dibawa ke Puskesmas Rawa Buntu," istilah Hartono.

Saat ditangani dengan dokter dan perawat yang berjaga, kondisi Naswa waktu itu telah sangat jelek, sebagai akibatnya diberikan pertolongan hidup dasar sang pihak Puskesmas.

"Saat kami terima, pupil mata membesar, nadi nir teraba syarat badan sampai kaki dingn, maka kami lakukan pertolongan hidup dasar, dan dinyatakan tewas global," pungkasnya.

Orang tua Naswa, lanjut Hartono, jua menjelaskan, jika beberapa bulan belakangan ini asma anaknya sering kambuh. Naswa, juga dibekali indera bantu bila penyakit asma yang dialaminya sedang kambuh.

"Orang tuanya memastikan kematian Naswa bukan lantaran vaksin difteri II, karena sehabis vaksin saat itu, tak ada gejala atau keluahan sakit menurut yg bersangkutan, keluarga jua meyakini kepergian Naswa karena penyakit asma yang beliau derita," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengusut berita siswi SDN di Tangsel mangkat  usai imunisasi difteri. Terpisah pihak Sekolah Dasar Negeri 1 Rawa Buntu membantah Nazwa mangkat  dunia lantaran difteri.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander mengatakan, pihak kepolisian sesudah mengetahui viralnya pesan berantai yang menjelaskan seorang siswi tewas global usai diimunisasi difteri pribadi melakukan pengecekan.

"Benar, dipimpin Panit Reskrim kami lakukan pengecekan terkait kematian anak didik Sekolah Dasar Negeri 01 Rawa Buntu yg viral meninggal seusai disuntik difteri II, pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2018," ucap Alex.

Dia menerangkan, dari output pengecekan itu, pihaknya mengusut sejumlah saksi. Di antaranya Marjaya (kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 01 Rawa Buntu dan Khadijah, Pengajar Sekolah Dasar Negeri 01 Rawa Buntu).

Dari warta kedua saksi, diketahui bahwa pihak Sekolah Sekolah Dasar Negeri Rawa Buntu mengadakan kegiatan suntik difteri II dalam hari Senin lepas 12 Februari 2018 kemudian. Namun dipastikan bahwa almarhumah tidak dilakukan suntik difteri II.

"Keterangan pihak sekolah yang bersangkutan, nir pernah injeksi difteri di Sekolah baik suntik difteri I maupun difteri II," ujar Alex.

Tetapi begitu, polisi mengaku belum mengetahui apakah siswi itu melakukan injeksi difteri di tempat lain.


Sumber: Ucnews dan Merdeka

Comments