Enak! Ternyata Kulit Rambutan Bisa di Jadikan Teh dan Sirup



Rambutan adalah buah berwarna merah yang sangat segar karena ada beberapa jenisnya yang mengandung banyak air. admin infodaerah.online mengetahui Rambutan ada 2 jenis, pertama rambutan binjai dan yang kedua adalah rambutan biasa. Binjai biasa berkulit agak keras dan berwarna agak kehijauan tapi mempunyai rasanya yang enak dan terbilang mahal. 

Ternyata bukan hanya buahnya saja yang bisa di konsumsi, Kulit rambutan bisa juga di konsumsi karena bisa di jadikan teh. Yang di sayangkan, kendati masih belum banyak dilakukan, sebenarnya tumbuhan rambutan dapat dibuat membuat buah pada luar masanya dengan aneka macam teknik, seperti mengerat batang & menyemprotkan KNO3 atau kalium nitrat, melakukan teknik stressing air, dan memberikan paklobutrazol, homogen zat pengatur tumbuh.
Sebenarnya, sekalipun tanpa tindakan rekayasa tersebut, saat telah memasuki masa berbuah, tanaman  rambutan akan membentuk poly sekali butir rambutan.

Masyarakat mengonsumsi buahnya, dan membuang kulit dan bijinya.

Hal inilah yg mendasari gerakan mahasiswa peserta acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) berdasarkan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Melihat banyaknya kulit rambutan yang dibuang begitu saja di Desa Platar, Jepara, Jawa Tengah, mereka berinisiatif mengajak rakyat setempat untuk memasak kulit dan biji rambutan sebagai sesuatu yg berguna.

Ternyata sebagian besar  warga  Desa Platar mempunyai pohon rambutan. Dan setelah mengonsumsi buahnya, mereka membuang kulit & bijinya begitu saja.

Mengetahui hal tadi, Mina & sahabat-temannya bereksperimen buat dapat memanfaatkan kulit rambutan. "Kulit rambutan bisa menjadi teh, bisa pula dibuat sirup," jelasnya. "Sedangkan biji rambutan dapat diolah sebagai emping."

Para mahasiswa tersebut melakukan pembekalan pengolahan teh kulit rambutan, terutama pada bunda-ibu. "Pelatihan tersebut berlangsung pada Senin (19/2/2018) yang lalu," ujar Mina.

Menurutnya, para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata ini ingin membantu warga  memanfaatkan kulit rambutan sebagai sesuatu yang bernilai irit. Sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan rakyat setempat.

Mina menjelaskan, cara memasak kulit rambutan menjadi teh relatif mudah. Kulit rambutan yg telah dicuci bersih dan diiris tipis-tipis dijemur selama 2 sampai 3 hari, hingga benar-benar kemarau yg ditandai menggunakan perubahan rona sebagai cokelat tua.

Selanjutnya, teh kulit rambutan atau yg disingkat dengan teh kutan, bisa eksklusif dikonsumsi. Caranya seperti menciptakan teh biasa, diseduh dengan air panas selama beberapa ketika, lalu masukkan gula menjadi pelengkap rasa, atau es bila ingin diminum dingin.

Teh kutan mempunyai citarasa yg mirip dengan teh dalam umumnya, tetapi memiliki aroma rambutan dan terdapat sedikit rasa pahit dan asam. Akan namun waktu sudah sebagai minuman, rasa pahit juga asam sudah tidak terlalu terasa.

Selain produk teh kulit rambutan, para mahasiswa juga mengajarkan cara membuat emping menurut biji rambutan dan sirup kulit rambutan.

Inisiatif menurut para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata ini menerima sambutan yg sangat baik dari rakyat Desa Platar. "Desa setempat jua berminat membuatkan produk teh kutan sebagai produk khas, menyusul munculnya perihal dibuatkan hak patennya," tutur Mina.



Sumber: Ucnews

Comments